Teknologi Informasi adalah sebuah keniscayaan bagi setiap organisasi, sehingga tidak ada satupun perusahaan atau instansi yang bisa berjalan tanpa dukungan teknologi informasi. Setiap aspek dalam organisasi sudah memiliki ketergantungan yang kuat terhadap teknologi informasi. Praktik manajemen umum seperti planning, organizing, leading dan controlling semua membutuhkan teknologi informasi, termasuk tata kelola. Namun demikian, implementasi teknologi informasi tidak hanya akuisisi dan implementasi, tetapi lebih dari itu. Pengeloalan secara utuh daur hidup produk teknologi informasi, termasuk pengelolaan ekspektasi stakeholder dan juga compliance terhadap aturan dan aspek legal lainnya, serta conformance terhadap best practice atau standar harus diperhatikan. Sehingga solusi teknologi informasi yang diimplementasikan, tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan stakeholder, sekaligus comply dengan regulasi dan sesuai dengan best practice dan standar kelas dunia.

Banyak best practice dan standar di dunia terkait dengan manajemen teknologi informasi dan tata kelola teknologi informasi, namun beberapa diantaranya lebih popular dibandingkan dengan yang lain. Gambar di bawah ini merupakan best practice framework dan standar yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan di dunia, berdasarkan banyaknya jumlah adopsi oleh organisasi yang menjadi responden dalam survey yang dilakukan oleh ISACA, dimana hasilnya dimuat dalam Governance of Enterprise IT Report tahun 2011.

Best Practice Framework dan Standar IT dan Tata Kelola Dunia

Setiap best practice framework dan standar memiliki fokus, juga kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan satu dengan yang lainnya. Namun yang paling penting dari adopsi framework tersebut adalah pemahaman organisasi tentang tujuan dari framework, dan juga outcome bagi organisasi. Selain itu, satu aspek yang sangat penting dalam implementasi best practice framework dan standar adalah pemahaman atas kondisi eksisting, dan juga evaluasi sudah sejauh mana rekomendasi-rekomendasi dalam framework tersebut sudah diimplementasikan dan dijalankan, sehingga, perlu melakukan sebuah assessment terhadap penerapannya. Beberapa framework dan standar terkait manajemen teknologi informasi dan tata kelola teknologi informasi, memiliki tools untuk melakukan assessment tingkat compliance dan conformance, namun beberapa yang lain tidak memiliki. Oleh karena itu, Ascent (Assessment Center) hadir untuk memberikan solusi yang lengkap dalam melakukan penilaian atau evaluasi terhadap tingkat compliance dan conformance framework dan standar dalam pengelolaan dan tata kelola teknologi informasi.

ASCENT (Assessment Center) juga memberikan kesempatan kepada setiap organisasi untuk membandingkan tingkat kematangan atau kesiapan dalam mengimplementasikan framework dan standar, dengan perusahaan lain, baik dalam industri yang sama atau seluruh perusahaan secara umum. Ascent (Assessment Center) memberikan opsi self-assessment yang bisa dilakukan secara GRATIS, atau pilihan layanan lainnya sesuai dengan kebutuhan organisasi.